Laman

Sudut pandang pengobatan timur penyakit diabetes mellitus

Sudut padang pengobatan timur penyakit diabetes mellitus


Dalam buku synopsis od prescripons of the golden chamber (jinkui yaolue fanglun), di tulis sejak 1700 tahun lampau oleh seorang sarjana kedokteran timur yang sangat terkanal pada zaman dinasti Han, Zhang Zhongjing, disebutkan penyakit diabetes mellitus termasuk sindroma yin.
Gejala dan tanda
dari sindroma yin adalah rasa haus yang heat disertai sering kencing, perasaan tidak enak karena terasanya aliran udara yang naik ke atas dari bawah ulu hati (epigastrium), rasa panas dan sakit pada lambung, dan terasa lapar tetapi tisak enak makan. Apabila dipaksa menelan makanan akan segera dimuntahkan. Jika penderita di beri obat pencahar (laxant) maka akan menyebabkan diare berkepanjangan. Nadi pada pergelangan tangan teraba lambat dan mengambang. Nadi mengambang berarti kasus defisiensi yang menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh. Sementara nadi lambat berhubungan dngan gangguan perncernaan yang menyebabkan kekurangan penyerapan zat gizi dan enzim percernaan.

Nadi fuyang yang berasal dari organ lambung, mengembang dan cepat.Ini berarti organ lambung dalam keadaan sakit (patologis). Nadi mengambang disini berarti kelebihan vital energy ,yang berarti ada panas dalam lambung .Nadi cepat menandakan fungsi pencernaan yang baik dan berhubungan dengan susah buang air besar ( konstipasi ).Kelebihan vital energy ini menyebbabkan penderita sering kencing dan timbul sembelit.
Penyakit diaberes mellitus menurut tradisional chinese medicine (TCM) dinamakan Xiaoke.Secara klinis di bedakan tiga sindroma xiaoke sebagai berikut :
1. Sindroma upper xiaoke (atas) , terjadi karena gangguan pada paru-paru
2. Sindroma middle xiaoke (tengah) ,terjadi karena gangguan pada lambung
3. Sindroma lower xiaoke (bawah) , terjadi karena gangguan pada ginjal
Gejala haus,lapar dan banyak kencing berturut-turut terjadi karena sindroma upper xiaoke (shang xiao ), middle xiaoke ( zhong xiao ) , dan lower xiaoke ( xiao xiao ) . Semua ini disebabkan karena kebiasaan makan tidak teratur ,emosi, labil dan tipe orang yang kekurangan yin.
Faktor dasar terjadinya penyakit diabetes mellitus menurut ilmu pengobatantradisional cina adalah kekurangan yin pada ginjal dan dalam waktu bersamaan disertai makan yang tidak teratur dan emosi yang labil sehingga mengurangi yindan menyebabkan tubuh kekurangan yin yang berlanjut
Pada tingkat upper xiaoke adanya panas dan kekurangan yin pada organ paru- paru membuat fungsi paru-paru yang dalam keadaan normal menurunkan dan menyebar cairan tubuh menjadi terganggu.Tanda dan gejala yang timbul adalah rsa haus, dan banyak minum dan sering kencing , badan terasa lemah,ujung lidah merah,lidah berselaput tipis , warnanya kuning ,nadi cepat dan kuat.
Pada tingkatan middle xiaoke adanya panas dan api pada lambung menyebabkan pencernaan menjadi lebih cepat dari biasanya. Hal ini menimbulkan gejala dan tanda seperti cepat lapar,nafsu makan baik,rasa haus,sering minum dan kencing,badan kurus,sembelit,lidah kering dan berselaput kuning,nadi kuat dan licin.
Pada tingkatan lower xiaoke kekurangan yin dan adanya api pada ginjal dan mengakibatkan api naik ke atas serta membakar paru-paru dan lambung.Gejala dan tanda yang di perlihatkan adalah sering minum dan kencing., kencing keruh dan terasa manis,mulut kering,lidah merah,nadi dalam dan cepat.

Read more »

Diagnosis Penyakit Dibates Mellitus

Diagnosis Penyakit Dibates Mellitus



Klasifikasi dan diagnosis penyakit diabetes mellitus yang di anjurkan di pakai adalah yang sesuai dengan klasifikasi dan diagnosis menurut WHO tahun 1985.
1. Kelas Klinis
a. Diabetes Mellitus DM )
1. DM Tipe 1 = Diabates mellitus tergantung insulin
2. DM Tipe 2 = Diabetes mellitus tidak tergantung insulin
DM Tipe 2 dibagi lagi menjadi :
a. Penderita gemuk
b. Penferita tidak gemuk
3. Diabete mellitus terkait malnutrisi DMTM )
DMTM ini di bagi atas :
a. Fibrocalculous pancreatic
b. Protein deficient pancreatic
4. DM tipe lain yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu seperti :
a. Penyakit pancreas
b. Penyakit hormonal
c. Obat-obatan atau bahan kimia lain
d. Kelainan insulin 
e. Sindrom genetic tertantu
f. Lain yang belum di ketahui

b.Gangguan toleransi glukosa

1. Tidak gemuk
2. Gemuk
3. Yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu

c .Diabetes mellitus pada kehamilan 


2. Kelas risiko statistic
Semua orang dengan toelransi glukosa yang normal tetapi. Mempunyai risiko yang lebih besar untuk mengidap DM. yang termasuk dalam kelas ini antara lain :
a.toleransi glukosa pernah abnormal
b.kedua orang tua mengidap DM
c.pernah melahirkan bay dengan berat badan > 4 Kg

Dalam  klasifikasi  penentuan  diabetes  mellitus  dan gangguan  toleransi   glukosa lainnya  menurut WHO,  penyakit  diabetes  mellitus  dibagi  menjadi  2  kelas,  yakni kelas  klinis  dan  kelas  risiko  statistik.    Seseorang  termasuk  kelas  klinis  bila  hasil pemeriksaan kadar glukosa darahnya   memang lebih tinggi  dari  normal  
1).   Adapun yang termasuk kelas risiko statistik jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar glukosa darahnya masih normal tetapi orang tersebut potensial untuk mendapat penyakit  ini  {lihat  kelompok  risiko tinggi).
Kelas  klinis  dibedakan menjadi  diabetes  mellitus,  adanya gangguan  toleransi  glukosa darah,
dan diabetes  pada kehamilan.  Seseorang   termasuk kelompok   penderita  diabetes
mellitus  jika  kadar  glukosa  darahnya  dalam  keadaan   puasa   >  126  mg/dl,  atau
2 jam  sesudah  makan  (post prandial)  kadarnya  > 200  mg/di.
Kelompok  OM tipe  I   adalah  penderita  penyakit diabetes  mellitus yang  sangat tergantung pada suntikan insulin.  Kebanyakan penderitanya  masih  muda  dan  tidakgemuk.  Gejala  biasanya timbul  pada masa kanak-kanak  clan  puncaknya  pada  usia akil balig.  Begitu penyakitnya terdiagnosa,  penderita langsunq memerlukan suntikan insulin karena pankreasnya sangat sedikit atau sama sekali tidak membentuk  insulin. Umumnya penyakit berkembang ke arah ketoasidosis  diabetik  yang  menyebabkan kematian
Kelompok OM tipe II    tidak tergantung pada insulin.  Kebanyakan timbul  pada penderita  di  atas usia  40  tahun.    Penderita diabetes  mellitus  tipe  II  inilah  yang terbanyak di Indonesia,  konon mencapai  lebih  90% dan umumnya  disertai  dengan kegemukan.  Pengobatannya diutamakan dengan perencanaan makan yang baik dan latihan  jasmani  secara teratur.  Pankreas masih relatif  cukup  menghasilkan  insulin, tetapi insulin  yang  ada bekerja  kurang sernpurna  karena adanya  resistensi  insulin akibat  kegemukan. Dengan menurunkan berat  badan,  penyakit  yang ada biasanya dapat terkendali.  Di  kemudian   hari,  obat  oral  hipoglikemik  dan  suntikan  insulin kadang menjadi kebutuhan. Pada pasien  DM tipe II yang tidak gemuk, insulin yang
dihasilkan memang kurang mencukupi untuk mempertahankan kadar glukosa darah   batas-batas normal.  Untuk itu,  selain  memerlukan  perencanaan  makan dan att  an jasmani  mereka memerlukan  obat hipoglikemik.


Diagnosis Penyakit Diabetes  Mellitus


Tindakan diagnosis dilakukan untuk menentukan apakah  seseorang telah menderita penyakit diabetes mellitus atau belum.  Diagnosis  umumnya  ditegakkan berdasarkan  keluhan  penderita  yang  khas dan adanya  peninggian  kadar  glukosa darah yang ditentukan berdasarkan  pemeriksaan  laboratorium.


Dokter biasanya menemukan gejala khas berikut pada penderita diabetes mellitus.
 a)     Rasa haus sehingga banyak minum  (polidipsia)
b)     Sering  kencing (poliuria)  terutama malam  hari 
c)     Berat badan menurun dengan cepat


Gejala  lain  yang mungkin  dikeluhkan  pasien  antara  lain 
a)     Rasa Iemas                                                         •
b)     Cepat merasa lapar 
c)     Gatal-gatal

d)     Kesemutan  pada jari tangan dan kaki 
e)     Penghhatan  jadi  kabur
e)     Gatal  pada kemaluan  (pruritus vu vae)  baqi  penderita  wanita
                   .
g)     Impotensi  pada pria
h)     Luka sukar sembuh

Read more »